Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

 Nama : ikhwan firdaus

Nim : 180321100118

Kelas : D_Agribisnis

Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor 


1.   Konsep Keunggulan Kompetitif dari Produk

Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memiliki kinerja yang jauh lebih tinggi dan unggul dibandingkan kompetitor dalam industri sejenis melalui karakteristik dan sumber daya yang dikelola secara maksimal.  Perusahaan dikatakan memiliki keunggulan apabila mempunyai sumber daya manusia dan sosial yang kuat, serta pengetahuan yang luas, sehingga dapat bersaing tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga di pasar internasional. Keunggulan bersaing pada dasarnya berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh sebuah perusahaan untuk pembelinya yang melebihi biaya perusahaan dalam menciptakannya.

Manfaat Keunggulan Kompetitif, Adapun beberapa hal yang menjadi manfaat keunggulan kompetitif, diantaranya sebagai berikut : 

a. Membuat suatu perusahaan dapat merebut dan mempertahankan posisinya sebagai market leader.

b.  Dapat mendukung kesuksesan suatu perusahaan dalam jangka waktu yang lama karena sifatnya keunggulan kompetitif tidak mudah ditiru.

c.   Merupakan salah satu cara mengelola bisnis UKM agar sukses.


2.   Ciri-Ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan Permintaan dan Penawaran

Pasar ciri potensial :

-     Melalui Pendekatan Permintaan

Permintaan dalam hal ini adalah pada jumlah barang maupun jasa yang akan dilakukan pembelian maupun konsumsi oleh konsumen. Dari ragam tingkatan harga, serta pada waktu tertentu. Berikut dalam hal ini adalah macam-macam hal yang akan memberikan pengaruh dalam permintaan, yaitu : 

a.   Harga barang yang ada pada saat ini

b.   Harga barang yang mirip

c.   Tingkatan dalam pendapatan pada sebuah usaha.

d.   Selera yang dimiliki oleh konsumen.

e.   Perkiraan harga dari konsumen.

-     Melalui Pendekatan Penawaran

Dalam hal ini penawaran akan menjadi metode dari jumlah barang serta jasa yang akan tersedia dan juga dapat dilakukan penjual oleh para penjual dari berbagai macam tingkatan harga didalam sebuah rentan waktu tertentu.

Dalam memberikan faktor untuk pengaruh pada harga penawaran : 

a.   Harga barang yang ada pada saat ini

b.   Harga dari sumber untuk melakukan produksi.

c.   Tingkatan dalam melakukan produksi

d.   Melakukan ekspektasi dan juga perkiraan. 

3.    Ciri dan Teknis Menetukan Ceruk Pasar

Pasar ceruk (niche market) adalah segmen spesifik dan kecil dari sebuah pasar dengan lebih sedikit pesaing daripada pasar secara keseluruhan. Segmen ini terdiri dari sekelompok konsumen dengan karakteristik yang serupa. Mereka memiliki kebutuhan dan preferensi yang unik, yang mana membuat mereka berbeda dari konsumen di pasar pada umumnya. Mereka biasanya juga bersedia membayar harga premium kepada perusahaan yang mengkhususkan diri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Cir-cirinya yaitu :

a)         Memfokuskan sumber daya. 

Karena melayani sedikit pelanggan, perusahaan dapat lebih memusatkan sumber daya untuk mengeksploitasi pasar target. Itu menghasilkan efektivitas pemasaran yang lebih tinggi.

b)        Lebih sedikit persaingan.

Strategi pemasaran melibatkan penargetan pasar di luar pasar utama. Perusahaan akan menargetkan segmen pasar tertentu, di mana perusahaan besar tidak tertarik masuk ke dalamnya

c)         Layak untuk perusahaan kecil.

Pemasaran ceruk bermanfaat bagi perusahaan yang memiliki sumber daya yang relatif terbatas. Mereka dapat bertahan dan berkembang di pasar dan tidak harus bersaing langsung dengan perusahaan besar di pasar massal.

d)        Margin keuntungan tinggi.

Tekanan persaingan yang rendah menawarkan kesempatan ke perusahaan untuk menjual dengan harga tinggi dan memperoleh margin keuntungan tinggi. Mereka menawarkan produk eksklusif, membuat konsumen bersedia membayar harga lebih tinggi.

e)         Loyalitas tinggi.

Perusahaan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk memuaskan pelanggan. Mereka berspesialisasi dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan spesifik konsumen. Kesuksesan mengeksploitasi pasar membawa hubungan yang lebih kuat antara pelanggan dengan  perusahaan dan merek. 

f)         Skala ekonomi rendah.

Pasar memiliki sedikit pelanggan karena permintaan dan kebutuhan lebih spesifik. Oleh karena itu, perusahaan sulit untuk mengejar penurunan biaya rata-rata dengan meningkatkan volume penjualan dan produksi.

g)        Hambatan masuk rendah. 

Persyaratan masuk relatif rendah karena tidak mengandalkan investasi modal yang signifikan. Oleh karena itu, di beberapa pasar, perusahaan menghadapi risiko tinggi masuknya pemain baru ke pasar, yang mana dapat meningkatkan persaingan langsung.

h)        Kesempurnaan produk.

Pasar mengharuskan perusahaan mengembangkan strategi secara sempurna dan memberikan solusi yang lebih baik. Karena lebih sedikit calon pelanggan, hanya ada sedikit ruang untuk kesalahan. Perusahaan harus dapat memberikan apa yang diminta pelanggan dengan tepat.

Indonesia ada beberapa marketplace yang populer seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lainnya. Marketplace lain dari luar contohnya Aliexpress, taobaoo, dan lainnya. Kita dapat memanfaatkannya. marketplace yang ada untuk mencari produk yang banyak dicari.

a. Menentukan penjual marketplace yang bagus dapat menggunakan indikator

b. Menentukan ceruk pasar dengan Google trends, dan

c. Menentukan ceruk pasar dengan Instagram

4.    Ciri-Ciri Produk yang Marketable untuk Ekspor

Ciri-ciri produk yang laku di pasar ekspor, yaitu :

a)        Produk tersebut memiliki umur ekonomis yang cukup lama.

Semakin lama umur atau usia penggunaanya akan semakin baik bagi konsumen. Misalkan, dengan membeli sepatu dengan harga Rp 30.000 seorang konsumen cukup tahu diri bahwa sepatu tersebut bisa bertahan 3 bulan saja sudah bersyukur, namun ternyata sudah 6 bulan lebih sepatu tersebut masih layak digunakan, maka produk tersebut sudah sangat memenuhi kriteria handal yang pertama.

b)        Apabila produk tersebut mengalami kerusakan mudah diperbaiki.

Mudah di sini, bisa berarti mudah dicari komponennya yang rusak, karena banyak dijumpai di berbagai toko yang ada, maupun mudah dalam memperbaikinya. Sebagai contoh, sebuah produk kursi yang rusak karena bautnya patah, konsumen dengan mudah membeli baut pengganti di banyak toko serta dapat memperbaikinya sendiri, atau kalaupun minta tolong orang, dengan mudah menemukan orang atau bengkel yang bisa memperbaiki kursi tersebut.

c)        Kerusakan salah satu komponen tidak akan berpengaruh banyak pada fungsi utama produk tersebut.

Sebagai contoh produk inovatif ’sandal boneka’. Produk tersebut dikatakan handal apabila misalnya karena suatu sebab hiasan bonekanya lepas atau rusak, sandal tersebut tetap bisa dan pantas digunaka.

d)       Mudah digunakan dan mudah dirawat.

Ciri selanjutnya adalah bahwa produk yang handal harus mudah digunakan, mulai dengan pemasangan yang mudah, maupun petunjuk penggunaan yang mudah dipahami, sehingga konsumen tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menikmati manfaat produk tersebut. Di samping itu, produk tersebut harus memberi kemudahan bagi konsumen untuk merawatnya. Sebagai contoh produk ’Baju’ yang baik adalah baju yang tidak hanya mudah dipakai namun juga harus mudah dirawat, dengan perawatan pada umumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bauran produk

Konsep STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dan Nilai Pelanggan

Bauran Harga (Price)