bauran produk

 Arti dan macam produk

Pengertian Produk dan Jenis Produk | Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dipakai, dimiliki, atau dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. ... Secara garis besar jenis-jenis produk bisa kita perinci menjadi dua jenis, yaitu produk konsumsi dan produk industri.

Secara garis besar jenis-jenis produk bisa kita perinci menjadi dua jenis, yaitu produk konsumsi dan produk industri. Produk konsumsi (consumer products) adalah barang yang dipergunakan oleh konsumen akhir atau rumah tangga dengan maksud tidak untuk dibisniskan atau dijual lagi. Barang-barang yang termasuk jenis produk konsumsi ini antara lain sebagai berikut:

Barang kebutuhan sehari-hari (convenience goods), yaitu barang yang umumnya sering kali dibeli, segera dan memerlukan usaha yang sangat kecil untuk memilikinya, misalnya barang kelontong, baterai, dan sebagainya.

Barang belanja (shopping goods), yaitu barang yang dalam proses pembelian dibeli oleh konsumen dengan cara membandingkan berdasarkan kesesuaian mutu, harga, dan model, misalnya pakaian, sepatu, sabun, dan lain sebagainya.

Barang khusus (speaciality goods), yaitu barang yang memiliki ciri-ciri unik atau merk kas dimana kelompok konsumen berusaha untuk memiliki atau membelinya, misalnya mobil, kamera, dan lain sebagainya.

Strategi pemasaran produk 

Di artikel ini, saya akan mengajak Anda mempelajari lebih dalam 5 strategi pemasaran produk yang efektif seperti:

Memaksimalkan potensi media sosial.

Menggunakan influencers atau key opinion leaders (KOL)

Menjajal program afiliasi.

Membuat Blog dan SEO.

Arti dan macam_macam jasa

Jasa memiliki karakteristik sebagai berikut:

1.    Tidak berwujud, jasa tidak dapat dilihat, didengar, dirasa, atau diraba sebelum jasa tersebut dibeli, sehingga untuk mengurangi ketidakpastian tersebut pembeli akan mencarai tanda sebagai bukti dari kualitas jasa. Kualitas jasa tersebut didapat dari temapat, orang lain, peralatan, alat komunikasi, symbol, dan harga yang pembeli lihat.

2.    Tidak terpisahakan, dimana umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsikan secara bersamaan tidak seperti barang fisik yang diproduksi, disimpan dalam persediaan, didistribusikan lewat berbaga cara dan kemudian baru dikonsumsi.

3.    Tidak dapat diwakili dan bervariasi, meskipun jasa yang dijual sama namun berbeda yang menyediakan jasa tersebut, hasil atau kepuasan yang diperoleh konsumen tentu berbeda.

4.    Mudah lenyap dan tidak tahan lama.

Starategi pemasaran jasa, antara lain:

1.   Strategi mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik tidak berwujud, yaitu:

a.  Menekankan petunjuk-petunjuk yang tampak seperti tempat (desain interior dan eksterior), sumber daya manusia (responsive, ramah, berpakaian rapi), peralatan (computer, meja, kursi), bahan-bahan komunikasi (brosur, pamphlet, leaflet), symbol perusahaan dan harga.

b.    Menggunakan sumber daya manusia lebih banyak dari pada sumber daya mnusia untuk pemasaran produk.

c.    Mendorong komunikasi mulut ke mulut untuk dapat menarik pelanggan baru bagi perusahaan.

d.    Menciptakan citra organisasi yang kuat

e.    Memanfaatkan akuntansi biaya dan manajemen biaya dalam penetapan harga supaya dapat menetapkan harga sebaik mungkin.

f.     Melakukan komunikasi perna beli untuk mengumpulkan informasi terkait kepuasan dan keluhan pelanggan.

2.    Strategi mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik tidak terpisahkan, yaitu:


a.    Melakukan seleksi dan pelatihan secara cermat terhadap public contact personel.

b.    Menggunakan berbagai macam lokasi jasa.

3.    Strategi mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik  bervariasi, yaitu:

a.    Menambah dan memanfaatkan peralatan canggih serta melakukan standardisasi produksi.

b.    Melakukan service customization, artinya meningkatkan intensitas interaksi antara perusahaan dan pelanggan.

4.    Strategi mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh karakteristik tidak tahan lama, yaitu:

a.    Menggunakan berbgai pendekatan untuk mengatasi permintaan yang berfluktuasi (manajemen permintaan), seperti:

1.  Tidak melakukan apapun dengan membiarkan informasi frekuensi dan volume permintaan apa adanya.

2.    Mengurangi permintaan pada periode permintaan puncak.

3.    Meningkatkan permintaan pada saat sepi.

4.    Menyimpan permintaan dengan system reservasi dan janji.

5.    Menerapkan system antrian.

6.    Mengembangkan jasa lain atau pelayanan komplementer.

b.   Melakukan penyesuaian permintaan dan kapasitas secara bersama-sama sehinga dapat tercapai kesesuaian anatara keduanya (manajemen penawaran), seperti:

1.    Menggunakan karyawan paruh waktu pada periode sibuk.

2.    Menyewa berbagai fasilitas dan peralatan tambahan dengan perusahaan lain.

3.  Selama periode sibuk, setiap karyawan hanya melaksanakan tugas-tugas pokok, sementara aktivitas yang bisa ditunda akan dilaksanakaan pada saat periode sepi.

4.    Meningkatkan partisipasi para pelanggan.

5. Melakukan pelatihan silang kepada karayawan, sehingga karyawan memiliki keterampilan di bidang lain dan dapat saling membantu bila permintaan ramai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dan Nilai Pelanggan

Bauran Harga (Price)