JAWABAN UAS MANPER

Nama : ikhwan firdaus

 Nim : 180321100118 

Kelas : D_Agribisnis 

1. Jawaban no 1 

a) Segmentasi (Segmentation) “Segmentation as a process consists of segment identificiation, segement selection and the creation of marketing mixes for target segments, the outcome of segmentation process should yield true market segments. Segmentasi merupakan proses yang berisi mengenai indentifikasi segmen, penentuan dan pemilihan segmen, dan menciptakan ceruk pasar dari target segmen tersebut, hasil dari penentuan segmentasi harus merupakan segmen yang nyata dan memang membutuhkan produk yang akan kita jual (red). “ “Segmentasi pasar yang diambil untuk produk beras organik ini antara lain:

 “ • “Berdasarkan personal karakterisitk, maka beras organik akan dipasarkan kepada orang atau komunitas yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan, atau kalangan yang memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan, biasanya orang-orang tersebut merupakan orang-orang yang secara ekonomi memiliki daya beli yang lebih (menengah-atas).

 “ • “Berdasarkan geodemographic, segmen untuk beras organik akan dipasarkan untuk semua umur, atau dengan kata lain merupakan segmen keluarga menengah ke atas atau bisa dikatakan segmen keluarga mapan yang memiliki daya beli tinggi dan sadar akan kesehatan. 

“ b) Targeting Beras Merah “Setelah ditentukan segmentasinya maka langkah kedua adalah menentukan targeting, targeting merupakan upaya perusahaan dalam memasarkan produknya dan membedakannya dari competitor (distinguish it self). “ 

    “Pemain dalam usaha beras organik relatif masih sedikit dan pasif (umumnya konsumen mencari) bukan produsen mencari, kebutuhan pasar modern seperti Hero, Giant, atau supermarket lain juga sangat tinggi, hal yang harus diperhatikan adalah stabilitas kualitas produk dan stabilitas kontiunitas produk dalam memenuhi kebutuhan pasar. 

 c) Positioning Beras Merah 

    According to Brooksbank (1994) positioning strategy should include three components targets, which are product of segmentation study; competitor targets and competitive advantege. “ 

    Berdasarkan hal tersebut, pemain untuk beras organik masih relatif sedikit, sedangkan kebutuhan pasar akan beras organik cukup tinggi, sehingga pasar masih terbuka lebar, dan persaingan masih relatif sedikit, kendati demikian competitive advatage tetap diperlukan, produk beras organik yang dipasarkan merupakan beras yang pure organik, selain itu juga sebagai perusahaan atau produsen berusaha lebih dekat dengan konsumen dengan melakukan interaksi pasar misal sosialisasi produk organik di komunitas pecinta pangan organik dan sosialisasi kesehatan dan lain sebagainya. 

2. Bauran pemasaran

    Berdasarkan hal tersebut, pemain untuk beras organik masih relatif sedikit, sedangkan kebutuhan pasar akan beras organik cukup tinggi, sehingga pasar masih terbuka lebar, dan persaingan masih relatif sedikit, kendati demikian competitive advatage tetap diperlukan, produk beras organik yang dipasarkan merupakan beras yang pure organik, selain itu juga sebagai perusahaan atau produsen berusaha lebih dekat dengan konsumen dengan melakukan interaksi pasar misal sosialisasi produk organik di komunitas pecinta pangan organik dan sosialisasi kesehatan dan lain sebagainya. 

    memperoleh apa yang menjadi tujuannya. Dapat dirumuskan strategi peningkatan penjualan sebagai berikut: 

 1. “Mengenali segmen atau target pasar Diketahuinya bagaimana profil dari masing-masing segmen yang terbentuk atau target pasar, maka mempermudah perusahaan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan dari masing-masing calon konsumen tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang baik. Memberikan pelayanan yang baik maka akan mampu mempengaruhi tingkat keloyalan konsumen terhadap perusahaan. 

2. “Meningkatkan atribut yang menjadi keunggulan produk. Produk beras merah organik Jatiluwih Bali memiliki keunggulan dalam atribut kesehatan, kemasan, dan aroma. Atribut tersebut baiknya dipertahankan dan ditingkatkan untuk mampu terus bersaing dengan produk lainnya dan mampu bertahan dalam kompetisi persaingan. 

 3. Memberikan diskon harga dan menjaga kualitas. Memberikan diskon harga dan menjaga kualitas agar konsumen memiliki kesan/image yang lebih positif terhadap produk beras merah organik 

4. “Menggunakan Internet Marketing Salah satu kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menampilkan produk usaha pada situs jejaring internet. 

 5. Memperluas jaringan mitra bisnis Kemudahan konsumen untuk memperoleh produk beras merah organik Jatiluwih Bali tentu menjadi nilai plus bagi perusahaan. Konsumen tidak perlu kesulitan lagi untuk mampu mendapatkan apa yang mereka inginkan. 

 6. Mengikuti kegiatan pameran Kegiatan promosi juga dapat dilakukan melalui pameran-pameran organik yang banyak diselenggarakan oleh dinas terkait, dan mampu membantu memperkenalkan produk melalui kegiatan pameran yang diselenggarakan. 

 7. Diversifikasi olahan beras merah Mengembangkan olahan produk beras merah organik yang diolah menjadi teh beras merah dan tepung beras merah tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah.   

 

3. Gambar beras merah organik yang siap di ekspos di media sosial


 

4. Analisis daya saing beras merah organik di ASEAN 
    Perdagangan beras yang tipis dan ekskalasi persaingan pasar melalui pembentukan pasar tunggal di ASEAN pada akhirnya akan mempengaruhi tujuan untuk mempertahankan ketahanan pangan jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini disebabkan karakteristik dari produksi padi yang didominasi oleh petani berskala usaha kecil namun menjadi komoditas pangan yang dibutuhkan oleh banyak orang. Sedangkan di sisi lain perubahan preferensi konsumen akibat perubahan pendapatan kelas menengah direspon untuk mengantisipasi perkembangan permintaan beras dan substitusi komoditas lainnya seperti ubi kayu dan jagung. Selain itu volatilitas harga beras juga menjadi sinyal bagi produsen untuk masuk pasar dan mempengaruhi daya beli konsumen. Produksi, konsumsi, dan harga beras, baik di dalam dan luar negeri, menjadi faktor-faktor esensial yang perlu mendapat perhatian bagi pembuat kebijakan perberasan dan sekaligus ketahanan pangan. 
    Perkembangan perdagangan beras di wilayah Asia Tenggara, baik perannya di pasar beras dunia maupun intra perdagangan Asia Tenggara, perlu dielaborasi untuk mendapatkan gambaran tentang dinamika ekspor, impor beras, serta kebijakan yang menyertainya, khususnya terkait dengan ketahanan pangan. Hal ini karena perdagangan beras menjadi salah satu komponen ketahanan pangan dari sisi ketersediaan pangan. Meskipun wilayah Asia Tenggara sebagai wilayah eksportir dan importir beras utama di dunia, namun suatu negara tidak dapat bertindak sendirian sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi global tanpa dukungan wilayah-wilayah lainnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bauran produk

Konsep STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dan Nilai Pelanggan

Bauran Harga (Price)