BAB 2 GALI IDE USAHA MU


1)      ANALISA PROS-CONS (ASPEK POSITIF DAN ASPEK NEGATIF)
                Untuk menggali usaha, kita menggunakan analisa Pros-Cons yang bisa diartika sebagai suatu cara untuk menilai apakah ide usaha yang diusulkan layak untuk dijalankan atau tidak. Caranya dengan membandingkan aspek positf dan aspek negatif dari masing-masing ide usaha. Analisa sederhana ini digunakan jika terdapat lebih dari satu ide usaha, misalnya dua, tiga atau lebih. Dengan menggunakan analisa pros-cons ini, kita dapat menentukan satu ide usaha yang dinilai paling baik.
                Dalam penganalisisan, pengusaha akan mencari, mengumpulkan dan mengelompokkan informasi yang kaitannya erat dengan usaha yang akan dilakukan, apakah informasi itu prons (positif) atau cons(negatif) terhadap usaha yang sudah direncanakan oleh pengusaha tersebut, berikut informasi yang harus dicatat:
a)      Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha tersebut
b)      Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan
c)       Kemudahan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan
d)      Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode
e)      Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk sejenis
2)      ANALISA SWOT
                Setelah terpilih satu ide usaha dari analisa aspek positif – aspek negatif (pros-cons), tahap selanjutnya adalah melakukan analisa SWOT yang dapat membantu pengusaha dalam mencari, mengumpulkan, dan mencatat informasi yang lebih detail dan rinci, sehingga pengusaha mampu untuk memaksimal apa yang dimiliki dan mengatasi kelemahan dan ancaman yang akan muncul. Analisi swot digunakan oleh pengusaha untuk melihat dan menilai kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh pengusaha, serta melihat peluang (Opportunities) dan mencari informasi adanya ancaman/gangguan (Threats) dari usulan produk dan pasar.
3)      ANALISA PESAING
                Hampir semua usaha memiliki pesaing yang akan menentukan berhasil atau tidaknya kita menjalankan usaha, dengan adanya pesaing maka pengusaha akan berfikir kreatif agar mereka memenangkan persaingan, karena seorang konsumen tidak akan selamanya membeli satu produk seejenis di setiap toko atau pasar yang berbeda.
                Penjual akan berusaha mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya, berusaha agar produknya lah yang dipilih dan diminati oleh konsumen, dengan begitu usahanya akan semakin laris dan maju. Kondisi seperti itulah yang dinamakan persaingan. Pengusaha yang bisa memenangkan persaingan, usahanya akan maju dan bertahan. Maka dari itu, sangat penting bagi seorang pengusaha untuk mengetahui siapa pesaingnya agar dapat membuat sesuatu yang “berbeda” dan mendapatkan tempat di hati konsumen.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

bauran produk

Konsep STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dan Nilai Pelanggan

Bauran Harga (Price)