Kecetdikan badri
Badri merupakan masyarakat asli Madura yang bertempat di desa kecilnya yaitu bicorong. Kebutuhan hidupnya sangat banyak karena memang ia mempunyai anggota keluarga yang banyak, yaitu 1 istri dan 4 anak. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia menggantungkan dengan cara bercocok tanam kedelai yang banyak di musim penghujan. Dalam proses budidaya kedelainya ia tidak sembarangan, karena ia berkeyakinan jika tidak dilakukan dengan proses yang benar maka hasilnya pun tidak akan sesuai dengan target yang diinginkan. Dengan keyakinan itu, badri terus mencoba mendatangkan penyuluh atau seseorang yang memang ahli dalam budidaya tanaman kedelai dengan harapan agar dapat menghasilkan produktifitas yang tinggi.
Pembudidayaan kedelai tidak hanya dilakukan oleh saja, akan tetapi masyarakat sekitar pun juga ikut membudidaya tanaman itu. Karena mereka yakin kalau hasil produktifitasnya pasti laku, karena memang badri telah memiliki usaha pengolahan tahu yang bahan dasarnya adalah kedelai. Produktifitas pertanian mereka akan cepat laku. Perekonomiaan mereka cepat terbantu dengan perantara usahanya dia. Akan tetapi karena pada tahun ini terjadi kemarau berkepanjangan dan perairan juga tidak memadai maka ia harus mengimpor kedeelai dari luar negeri karena persediaan kurang memadai akibat naiknya permintaan dan kegagalan panen pada setiap masyarakat. Jadi sebagian mengimpor dari amerika dengan perantara iyong ganteng yang berentitas sebagai orang cina asli. Dan pengimporan ini tidak diprediksikan akan terjadi terus-menerus, karena badri lebih mengutamakan produktifitas yang dihasilkan masyarakat sekitar. Segala tuntunan atau pengetahuan yang di berikan penyuluh dilakukan dengan kesabaran yang tinggi oleh badri. Ia terus memberikan pupuk pupk onorganik yang berasal dari pupuk kandang dan juga menggunakan pupuk anorganik yang berupa slutge hasil produksi Pt kelapa sawit sesuai dengan titah penyuluh dan tidak membiarkan tanahnya menjadi kering. Beberapa bulan kemudian dari pasca budidayanya akhirnya tiba untuk di panen. Keluarga dan masyarakat sekitar badri juga ikut serta dalam pemanenan. Kebahagiaan Nampak pada diri mereka atas keberhasilan badri dalam budidaya kedelai. Dan Pencapaian hasil pada tahun ini malah dua kali lipat lebih tinggi dari semula.
Hilir merupakan tahapan akhir dalam kegiatan agribisnis. Semakin bagus tahapan ini di lakukan maka nilai jualnya juaga akan lebih membaik dan menguntungkan. Subsitem ini memuat 2 peranan penting yaitu hilir pengolahan dan hilir pemasaran.
Tidak berhenti di situ, badri terus menjalankan nalar fikirnya untuk tidak langsung menjual hasil budidayanya, ia bermaksud untuk megolah terlebih dahulu dengan harapan agar ada nilai tambah ketika nati pasca pemasaran. Ia merelakan uang simpanannya untuk membeli mesin pengolah kedelai untuk dijadikan tahu atau tempe. Kemudian badri meletakkan pabriknya itu tepat di depan sungai, agar memudahkan dalam pembuangan limbah. Dan ia juga merekrut orang sekitarnya untuk dijadikan pekerja pabriknya. Mengenai uang untuk gaji mereka tidak terlalu difikirkan, karena adanya keyakinan kalau usahanya pasti sukses. Imput pasti lebih besar dari pada ouput itulah motifasi yang ditanam olehnya.
cara pengolahannya yaitu membersihkan kedelei dengan merendam dalam air selama 2-3 jam, atau bisa 7 jam. Kemudian menggiling kedelai dengan mesin yang telah dibeli oleh badri. Terus melakukan proses penguapan dan memasaknya hingga muncul gelembung kecil.kemudian menyaring kedelai dengan ampasnya.kemudian sari tahu yang ada dalam bak ditambahkan cuka sambil diaduk. Menempatkan tahu pada cetakan dengan lam penyimpanan kurang lebih 15 menit. Kemudian merebus tahu yang sudahtercetak untuk mengurangi kelembekan tahu sekaligus untuk menjadikan tahu lebih tahan lama.
Badri sangat cerdas dalam memilah dan memilih usaha yang tepat. Pabrik tahunya sangat tepat di letakkan didesanya, karena memang perekonomian masyarakat desanya dan masyarakat sekitar desanya masih menengah kebawah. Sehingga sangat jarang untuk membeli lauk yang mahal seperti daging ayam dan sapi maupun telur, mereka lebih memilih untuk membeli lauk yang murah seperti: tahu dan tempe. Tenyata untuk mengembalikan modal pengeluarannya tidak harus menunggu waktu yang lama, cukup 2 bulan saja pengeluarannya bisa tertutupi dengan tuntas. Sekarang fikiran tentang modal sudah tiada lagi, fikirannya hanya bagaimana cara pertahankan dan mengembangkan usahanya itu agar bisa mencapai keuntung keuntungan yang besar agar bisa tercukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya dengan maksimal dan juga agar bisa memperbaiki perekonomiaan keluarganya.
Tehnik pemasaran yang dilkukan adalah dengan cara menjual tahu dan tempenya ke pasar sekitar dan juga menjual banyak kepada pemasok dengan tarif harga yang murah supaya mereka menjual lagi di pedesaan mereka masing-masing. Dengan tekhnik yang seperti itulah produksi tahu dan tempenya badri mudah dikenal oleh masyarakat sekitar. Dan ternyata dengan kualitas produksi yang bagus dan harga yang murah menyebabkan ketagihan mereka untuk selalu membeli dan mengkonsumsi tahu maupun tempe disetiap harinya. Dan yang menyebabkan tertariknya masyarakat adalah kerena produksi tahu dan tempenya badri tidak mudah basi.
Mesin pengolah tahu dan tempenya badri sangat jarang untuk beristirahat, karena permintaan masyarakat setiap harinya selalu bertambambah. Sehingga menyebabkan pekerja harus masuk dan memperbanya produksi pengolahannya di setiap hari pula. Situasi yang seperti itu yang juga menyebabkan keuntungan badri menjadi lebih besar. Keuntungan yang besar itu tidak menyebabkan hanya untuk kepentingan sepihak saja. Ia juga menambah gaji pelaku akibat jam kerja mereka harus bertambah akibat banyaknya permintaan. Sehingga pekerja termotifasi untuk terus setia pada usah yang dibangun oleh badri. Semua itu merupakan taktik percaturan badri dalam merengut keuntungan yang sangat besar.
Otak yang cerdas menjadi pemicu atau perantara uatma tercapainya kesuksesan. Pemanfaatan limbah juga dilakukan oleh sang menejer yang intelektual ini dalam pemikirannya. Semua bisa menghasilkan uang. Barang yang dianggap kurang berharga malah di jadikan barang yang sangat bernilai dimata mayoritas masyarakat umunya. Setiap limbah seperti ampas tahu ia jual kepada masyarakat peternak atau pemelihara ayam. Dengan penjualan itu nilai tambah didapatkan oleh badri dalam penghasilannya. Ia tidak menjual eceran semisal 3.000 rupiah tapi ia jual kilo_an, karena keyakinan akan lakunya ampas meski harus dijual per-kilo. Dan ternyata fakta berbicara sesuai fikiran itu.
Pembudidayaan kedelai tidak hanya dilakukan oleh saja, akan tetapi masyarakat sekitar pun juga ikut membudidaya tanaman itu. Karena mereka yakin kalau hasil produktifitasnya pasti laku, karena memang badri telah memiliki usaha pengolahan tahu yang bahan dasarnya adalah kedelai. Produktifitas pertanian mereka akan cepat laku. Perekonomiaan mereka cepat terbantu dengan perantara usahanya dia. Akan tetapi karena pada tahun ini terjadi kemarau berkepanjangan dan perairan juga tidak memadai maka ia harus mengimpor kedeelai dari luar negeri karena persediaan kurang memadai akibat naiknya permintaan dan kegagalan panen pada setiap masyarakat. Jadi sebagian mengimpor dari amerika dengan perantara iyong ganteng yang berentitas sebagai orang cina asli. Dan pengimporan ini tidak diprediksikan akan terjadi terus-menerus, karena badri lebih mengutamakan produktifitas yang dihasilkan masyarakat sekitar. Segala tuntunan atau pengetahuan yang di berikan penyuluh dilakukan dengan kesabaran yang tinggi oleh badri. Ia terus memberikan pupuk pupk onorganik yang berasal dari pupuk kandang dan juga menggunakan pupuk anorganik yang berupa slutge hasil produksi Pt kelapa sawit sesuai dengan titah penyuluh dan tidak membiarkan tanahnya menjadi kering. Beberapa bulan kemudian dari pasca budidayanya akhirnya tiba untuk di panen. Keluarga dan masyarakat sekitar badri juga ikut serta dalam pemanenan. Kebahagiaan Nampak pada diri mereka atas keberhasilan badri dalam budidaya kedelai. Dan Pencapaian hasil pada tahun ini malah dua kali lipat lebih tinggi dari semula.
Hilir merupakan tahapan akhir dalam kegiatan agribisnis. Semakin bagus tahapan ini di lakukan maka nilai jualnya juaga akan lebih membaik dan menguntungkan. Subsitem ini memuat 2 peranan penting yaitu hilir pengolahan dan hilir pemasaran.
Tidak berhenti di situ, badri terus menjalankan nalar fikirnya untuk tidak langsung menjual hasil budidayanya, ia bermaksud untuk megolah terlebih dahulu dengan harapan agar ada nilai tambah ketika nati pasca pemasaran. Ia merelakan uang simpanannya untuk membeli mesin pengolah kedelai untuk dijadikan tahu atau tempe. Kemudian badri meletakkan pabriknya itu tepat di depan sungai, agar memudahkan dalam pembuangan limbah. Dan ia juga merekrut orang sekitarnya untuk dijadikan pekerja pabriknya. Mengenai uang untuk gaji mereka tidak terlalu difikirkan, karena adanya keyakinan kalau usahanya pasti sukses. Imput pasti lebih besar dari pada ouput itulah motifasi yang ditanam olehnya.
cara pengolahannya yaitu membersihkan kedelei dengan merendam dalam air selama 2-3 jam, atau bisa 7 jam. Kemudian menggiling kedelai dengan mesin yang telah dibeli oleh badri. Terus melakukan proses penguapan dan memasaknya hingga muncul gelembung kecil.kemudian menyaring kedelai dengan ampasnya.kemudian sari tahu yang ada dalam bak ditambahkan cuka sambil diaduk. Menempatkan tahu pada cetakan dengan lam penyimpanan kurang lebih 15 menit. Kemudian merebus tahu yang sudahtercetak untuk mengurangi kelembekan tahu sekaligus untuk menjadikan tahu lebih tahan lama.
Badri sangat cerdas dalam memilah dan memilih usaha yang tepat. Pabrik tahunya sangat tepat di letakkan didesanya, karena memang perekonomian masyarakat desanya dan masyarakat sekitar desanya masih menengah kebawah. Sehingga sangat jarang untuk membeli lauk yang mahal seperti daging ayam dan sapi maupun telur, mereka lebih memilih untuk membeli lauk yang murah seperti: tahu dan tempe. Tenyata untuk mengembalikan modal pengeluarannya tidak harus menunggu waktu yang lama, cukup 2 bulan saja pengeluarannya bisa tertutupi dengan tuntas. Sekarang fikiran tentang modal sudah tiada lagi, fikirannya hanya bagaimana cara pertahankan dan mengembangkan usahanya itu agar bisa mencapai keuntung keuntungan yang besar agar bisa tercukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya dengan maksimal dan juga agar bisa memperbaiki perekonomiaan keluarganya.
Tehnik pemasaran yang dilkukan adalah dengan cara menjual tahu dan tempenya ke pasar sekitar dan juga menjual banyak kepada pemasok dengan tarif harga yang murah supaya mereka menjual lagi di pedesaan mereka masing-masing. Dengan tekhnik yang seperti itulah produksi tahu dan tempenya badri mudah dikenal oleh masyarakat sekitar. Dan ternyata dengan kualitas produksi yang bagus dan harga yang murah menyebabkan ketagihan mereka untuk selalu membeli dan mengkonsumsi tahu maupun tempe disetiap harinya. Dan yang menyebabkan tertariknya masyarakat adalah kerena produksi tahu dan tempenya badri tidak mudah basi.
Mesin pengolah tahu dan tempenya badri sangat jarang untuk beristirahat, karena permintaan masyarakat setiap harinya selalu bertambambah. Sehingga menyebabkan pekerja harus masuk dan memperbanya produksi pengolahannya di setiap hari pula. Situasi yang seperti itu yang juga menyebabkan keuntungan badri menjadi lebih besar. Keuntungan yang besar itu tidak menyebabkan hanya untuk kepentingan sepihak saja. Ia juga menambah gaji pelaku akibat jam kerja mereka harus bertambah akibat banyaknya permintaan. Sehingga pekerja termotifasi untuk terus setia pada usah yang dibangun oleh badri. Semua itu merupakan taktik percaturan badri dalam merengut keuntungan yang sangat besar.
Otak yang cerdas menjadi pemicu atau perantara uatma tercapainya kesuksesan. Pemanfaatan limbah juga dilakukan oleh sang menejer yang intelektual ini dalam pemikirannya. Semua bisa menghasilkan uang. Barang yang dianggap kurang berharga malah di jadikan barang yang sangat bernilai dimata mayoritas masyarakat umunya. Setiap limbah seperti ampas tahu ia jual kepada masyarakat peternak atau pemelihara ayam. Dengan penjualan itu nilai tambah didapatkan oleh badri dalam penghasilannya. Ia tidak menjual eceran semisal 3.000 rupiah tapi ia jual kilo_an, karena keyakinan akan lakunya ampas meski harus dijual per-kilo. Dan ternyata fakta berbicara sesuai fikiran itu.
Komentar
Posting Komentar